Rabu, 11 September 2013

Penyebab Banjir di Jakarta

Penyebab terjadinya banjir:
o        Penataan pembangunan kota yang mengabaikan keseimbangan alam
o        Rendahnya dataran Jakarta (Jakarta dialiri 13 sungai, Sungai Ciliwung, Kali Mampang, Kalibaru, Kali Krukut, Kali Pesanggrahan, Kali Grogol, Kali Sunter, Kali Angke, Kali Cipinang, Kali Cideng, Kali Cakung, Kali Buaran, dan Kali Sekretaris)
o        Curah hujan tinggi
o        Sampah
Daerah rawan banjir adalah daerah di sekitar bantaran kali, daerah pinggir pantai, dan daerah pemukiman padat dengan saluran air yang buruk. Wilayah rawan banjir antara lain Cempaka Putih (Jakarta Pusat), Muara Angke (Jakarta Utara), Cengkareng (Jakarta Barat), Kalibata (Jakarta Selatan), Kampung Melayu (Jakarta Timur), dan Cipinang Muara (Jakarta Timur).
Akibat banjir:
a.                  Kematian
b.                  Kerusakan terhadap sarana dan prasarana umum
c.                  Kerugian materi
d.                  Berjangkitnya penyakit menular
e.                  Arus transportasi dan kegiatan perekonomian terhambat
Cara pencegahan bahaya banjir:
1.                  Oleh pemerintah
a.                  Melaksanakan Prokasih
b.                  Memberikan penyuluhan warga agar tidak mengotori sungai
c.                  Menghimbau masyarakat untuk bekerja bakti
d.                  Reboisasi dan penghijauan kembali
e.                  Memelihara pintu air agar terpelihara dengan baik
2.                  Oleh masyarakat
a. Tidak membuang sampah ke sungai
b. Menaati aturan pemerintah
c. Bekerja bakti
d. Tidak mendirikan bangunan di bantaran kali
Cara penanggulangan bahaya banjir:
1. Oleh pemerintah
a. Menyiagakan posko penanggulangan banjir
b. Membuat sodetan agar air cepat mengalir ke sungai
c. Membuat tempat penampungan darurat
d. Menyediakan dapur umum bagi pengungsi
2. Oleh masyarakat
a. Membantu membuat sodetan
b. Membantu menyampaikan informasi datangnya banjir